Kamis, 03 Maret 2016

PELUANG BISNIS BUDIDAYA IKAN NILA

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS
"BUDIDAYA IKAN NILA"




DISUSUN OLEH:

RISMAN YORZA
NIM: 15.11.8572
KELAS: 15 S1-TI 02
KELOMPOK : G



PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA (TI)
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA





ABSTRAK

Nila merupakan salah satu jenis ikan yang populer di Indonesia. Ikan ini banyak dijadikan sasaran budidaya karena selain mudah dikembangbiakkan juga profitnya lumayan tinggi. Ikan yang hidup di air tawar ini pertumbuhannya bisa dibilang lumayan cepat, jadi masa penen juga singkat.
Ikan Nila ini termasuk ikan yang pertumbuhan dan perkembangbiakannya paling cepat dibandingkan ikan lain. Ikan nila dapat tumbuh sampai 1 kg per ekornya dengan rasa dagingnya yang enak. Ikan nila merupakan ikan favorit bagi para peternak ikan karena nilai jualnya yang relatif tinggi dan sekaligus masa pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek. Ikan nila juga mudah sekali pembudidayaannya, bahkan ikan ini dapat dibudidayakan dengan berbagai macam cara menggunakan kolam, jarring apung , atau karamba di sawah.

ISI

Ikan ini bisa tumbuh dengan berat mencapai 1 kilogram. Selain itu Nila tergolong ikan yang fisiknya kuat. Bisa dibudidayakan di berbagai jenis atau macam media mulai dari kolam batu bata, jaring apung, karamba, sampai yang paling mudah menggunakan media kolam terpal.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait pertumbuhan dari ikan nila. Ikan nila memiliki beberapa fase, yakni fase anakan, fase dewasa, dan fase indukan. Fase anakan ikan nila berumur kurang dari 4 bulan. Sedangkan umur 4 – 5 bulan sudah masuk ke fase dewasa. Setelah fase dewasa, ikan nila bisa dibudidayakan untuk indukan. Saat ikan nila berumur 1 tahunan, itulah fase terbaik untuk bisa menghasilkan telur atau larva dalam jumlah maksimal.

Berikut beberapa tahap-tahap budidaya ikan nila yang bisa anda coba.

1. PEMILIHAN BENIH

Pemilihan benih ikan nila merupakan salah satu faktor terpenting dalam budidaya nila. Usahakan untuk memilih benih dari nila jantan, karena ketahanan fisik ikan nila jantan 40 % lebih tinggi dibanding dengan nila betina.
Jika ingin melakukan pembibitan, maka usahakan pilih nila yang berkelamin ganda, dibandingkan dengan menggunakan campuran nila jantan dan betina. Karena nila berkelamin ganda memiliki sifat mudah memijah.

2. PERSIAPAN KOLAM

Tahap kedua yang harus dilakukan adalah mempersiapkan kolam untuk budidaya. Kolam nila bisa dibuat dari berbagai macam bahan mulai dari kolam batu bata semen, kolam tanah, sampai dengan kolam terpal, dan jaringan apung.
Masing-masing kolam memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun ada satu yang lebih mudah dan murah, yakni kolam tanah. Selain biaya untuk membuatnya sangat terjangkau, juga bisa tumbuh berbagai macam makhluk hidup di sana sebagai tambahan pakan alami untuk ikan nila.

3. PENEBARAN BENIH

Setelah kolam siap, benih ikan nila langsung bisa ditebar. Padat tebar kolam sebanyak 15 hingga 30 ekor per m2. Asumsinya, jika bibit yang ditebar memiliki berat 10 hingga 20 gram per ekor, maka saat dipanen akan memiliki ukuran 300 gram per ekor.
Namun sebelum menebar secara masal harus dilakukan adaptasi untuk mengetahui apakah ikan bisa hidup dengan baik di kolam yang telah dibuat atau tidak. Caranya masukkan ikan dalam wadah yang dibuka tutupnya, kemudian masukkan ke dalam kolam. Biarkan sampai ikan keluar sendiri ke kolam.

4. PEMELIHARAAN

Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam tahap pemeliharaan ikan nila. Yang pertama adalah pengelolaan air. Air harus dipantau kejernihan, kadar oksigen, dan PHnya. Jika air sudah mulai keruh dan mengeluarkan bau busuk, maka usahakan untuk mengganti air tersebut dengan air yang baru.
Yang kedua adalah pakan. Usahan untuk memberikan pakan pelet pada nila dengan kadar protein 20 sampai 30 persen. Ikan nila membutuhkan asupan makanan sebesar 3 % dari bobot tubuhnya.
Dan yang ketiga adalah masalah hama dan penyakit. Walaupun ikan nila ini tahan banting, namun harus tetap dijaga kesehatannya agar terhindar dari hama penyakit.

5. PANEN

Pemanenan ikan nila bisa dilakukan dalam waktu 4 hingga 6 bulan, atau tergantung kebutuhan pasar. Pada usia 4 sampai 6 bulan, bobot ikan nila bisa mencapai 300 hingga 500 gram per ekor.

Selasa, 01 Maret 2016

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS


KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS
"BUDIDAYA IKAN LELE"



DISUSUN OLEH:
RISMAN YORZA
NIM: 15.11.8572
KELAS: 15 S1-TI 02
KELOMPOK : G



PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA (TI)
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA



KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmatNya sehingga penulis bisa menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “PELUANG BISNIS DI BIDANG BUDIDAYA IKAN LELE” yang dimana karya ilmiah ini penulis gunakan sebagai tugas akhir mata kuliah Lingkungan Bisnis di STMIK Amikom Yogyakarta. Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan penulis. Namun sebagai manusia biasa, penulis tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi tekhnik penulisan maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian penulis berusaha sebisa mungkin menyelesaikan karya ilmiah ini meskipun tersusun sangat sederhana.
Penulis menyadari tanpa kerja sama antara beberapa kerabat yang memberi berbagai masukan yang bermanfaat bagi penulis demi tersusunnya karya tulis ilmiah ini. Untuk itu penulis mengucapakan terima kasih kepada pihak yang yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan saran demi kelancaran penyusunan karya ilmiah ini. Demikian semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Kami mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun.

Yogyakarta, 01 Maret 2016

 

 

PENDAHULUAN

A. ABSTRAK


Indonesia merupakan negara yang luas dan kaya akan keanekaragamanhayati, misalnya ikan lele. Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif.
Seiring dengan berkembangnya usaha warung makan pecel lele, permintaan ikan lele dalam jumlah besarpun sangat banyak, oleh sebab itu usaha bududaya ikan lele ini sangatlah menguntungkan.


B. TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut:
  1. Tujuan Umum Memperoleh gambaran dalam membangun suatu peluang Bisnis dengan memperhatikan peluang bisnis yang menguntungkan.
  2. Tujuan Khusus Agar masyarakat terutama pada anak muda menyadari pentingnya pola dalam pembentukan peluang bisnis yang sehat.   

C. MANFAAT PENULISAN

Adapun manfaat penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk menyelesaikan tugas pada mata kuliah Lingkungan Bisnis
  2. Sebagai bahan dalam memberikan sumbangan pemikiran pada masyarakat terutama para pemuda dalam peluang bisnis yang sedang berkembang. 

 

ISI

Lele merupakan salah satu komoditas unggulan. Pengembangan usahanya dapat dilakukan mulai dari benih sampai ukuran konsumsi. Setiap segmen usaha ini sangat menguntungkan. Selain untuk konsumsi lokal, pasar lele telah mulai di ekspor dan permintaannya cukup besar.
Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Segmen pembenihan bertujuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi.

TAHAP-TAHAP

1. PENYIAPAN KOLAM BUDIDAYA IKAN LELE


Sebelumnya kita harus menyiapkan kolam terlebih dahulu.
Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan untuk tempat budidaya ikan lele. Setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan, ketersediaan tenaga kerja dan sumber dana ada.
Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba.

 

2. PEMILIHAN BENIH IKAN LELE


Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia.
Kami merekomendasikan jenis ikan lele sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. BBPBAT mengembangkan ikan lele sangkuriang karena kualitas lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu.

 

3. PAKAN UNTUK BUDIDAYA IKAN LELE


Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.
Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri akan ikan lele alternatif.

4. PENGELOLAAN AIR


Hal penting lain dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.
Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.
Apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan.

5. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT


Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.
Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.
Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain.

 

6. PANEN BUDIDAYA IKAN LELE


Ikan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu bisa dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm. Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.
Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.



 Referensi http://alamtani.com/budidaya-ikan-lele.html


PELUANG BISNIS BUDIDAYA IKAN BAWAL



KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS
"BUDIDAYA IKAN BAWAL"





DISUSUN OLEH:

RISMAN YORZA
NIM: 15.11.8572
KELAS: 15 S1-TI 02
KELOMPOK : G



PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA (TI)
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA


ABSTRAK

Ikan bawal merupakan ikan yang banyak di gemari di berbagai kalangan untuk konsumsi. ikan ini juaga telah dibuat dalam banyak makanan olahan yang memiliki cita rasa tinggi untuk bersaing dengan spesies ikan yang berasal dari ikan kelas atas..
Tidak cukup sulit untuk budidaya bawal air tawar. itu semua tergantung pada niat dan ketekunan usaha kita. ikan bawal air tawar yang tergolong ganas dan meliputi segala sesuatu pemakan ikan (omnivora). Ikan bawal juga adalah kanibal dan termasuk ikan predator. 

 

ISI


Budidaya ikan bawal sejak dahulu dan sampai saat ini masih cukup menjanjikan. Seiring melonjaknya permintaan ikan di pasar-pasar di daerah, membuat para peternak ikan bawal juga semakin banyak dan ikut melonjak jumlahnya. Ikan bawal air tawar adalah salah satu ikan unggulan budi daya perikanan air tawar.
Usaha budidaya ikan bawal ini dimaksudkan untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan ini dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen.

Cara Budidaya Ikan Bawal

Langkah-langkah Cara Budidaya Ikan Bawal:


1. Persiapan Kolam untuk budidaya ikan Bawal

Persiapan kolam ikan bawal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Setelah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg/100 meter persegi.
Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.
Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 – 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.
Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru bibit ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).

2. Pemilihan dan penebaran benih ikan bawal

Hanya dengan benih yang baik, ikan bawal akan hidup dan tumbuh dengan baik. Penebaran benih Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam.
Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun.
Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar dalam kolam ikan secara perlahan-lahan.

3. Kualitas Pakan Dan Cara Pemberian Ikan Bawal

Hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral.
Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.

4. Panen Hasil Ikan Bawal

Panen hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m2.
Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir.

Referensi http://www.bibitikan.net/cara-budidaya-dan-pemeliharaan-ikan-bawal/