Selasa, 01 Maret 2016

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS


KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS
"BUDIDAYA IKAN LELE"



DISUSUN OLEH:
RISMAN YORZA
NIM: 15.11.8572
KELAS: 15 S1-TI 02
KELOMPOK : G



PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA (TI)
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA



KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmatNya sehingga penulis bisa menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “PELUANG BISNIS DI BIDANG BUDIDAYA IKAN LELE” yang dimana karya ilmiah ini penulis gunakan sebagai tugas akhir mata kuliah Lingkungan Bisnis di STMIK Amikom Yogyakarta. Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan penulis. Namun sebagai manusia biasa, penulis tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi tekhnik penulisan maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian penulis berusaha sebisa mungkin menyelesaikan karya ilmiah ini meskipun tersusun sangat sederhana.
Penulis menyadari tanpa kerja sama antara beberapa kerabat yang memberi berbagai masukan yang bermanfaat bagi penulis demi tersusunnya karya tulis ilmiah ini. Untuk itu penulis mengucapakan terima kasih kepada pihak yang yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan saran demi kelancaran penyusunan karya ilmiah ini. Demikian semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Kami mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun.

Yogyakarta, 01 Maret 2016

 

 

PENDAHULUAN

A. ABSTRAK


Indonesia merupakan negara yang luas dan kaya akan keanekaragamanhayati, misalnya ikan lele. Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif.
Seiring dengan berkembangnya usaha warung makan pecel lele, permintaan ikan lele dalam jumlah besarpun sangat banyak, oleh sebab itu usaha bududaya ikan lele ini sangatlah menguntungkan.


B. TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut:
  1. Tujuan Umum Memperoleh gambaran dalam membangun suatu peluang Bisnis dengan memperhatikan peluang bisnis yang menguntungkan.
  2. Tujuan Khusus Agar masyarakat terutama pada anak muda menyadari pentingnya pola dalam pembentukan peluang bisnis yang sehat.   

C. MANFAAT PENULISAN

Adapun manfaat penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk menyelesaikan tugas pada mata kuliah Lingkungan Bisnis
  2. Sebagai bahan dalam memberikan sumbangan pemikiran pada masyarakat terutama para pemuda dalam peluang bisnis yang sedang berkembang. 

 

ISI

Lele merupakan salah satu komoditas unggulan. Pengembangan usahanya dapat dilakukan mulai dari benih sampai ukuran konsumsi. Setiap segmen usaha ini sangat menguntungkan. Selain untuk konsumsi lokal, pasar lele telah mulai di ekspor dan permintaannya cukup besar.
Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Segmen pembenihan bertujuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi.

TAHAP-TAHAP

1. PENYIAPAN KOLAM BUDIDAYA IKAN LELE


Sebelumnya kita harus menyiapkan kolam terlebih dahulu.
Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan untuk tempat budidaya ikan lele. Setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan, ketersediaan tenaga kerja dan sumber dana ada.
Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba.

 

2. PEMILIHAN BENIH IKAN LELE


Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia.
Kami merekomendasikan jenis ikan lele sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. BBPBAT mengembangkan ikan lele sangkuriang karena kualitas lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu.

 

3. PAKAN UNTUK BUDIDAYA IKAN LELE


Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.
Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri akan ikan lele alternatif.

4. PENGELOLAAN AIR


Hal penting lain dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.
Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.
Apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan.

5. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT


Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.
Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.
Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain.

 

6. PANEN BUDIDAYA IKAN LELE


Ikan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu bisa dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm. Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.
Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.



 Referensi http://alamtani.com/budidaya-ikan-lele.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar